Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Menghitung Resistor untuk LED

electronics_led_diagram
LED memang device kecil yg sepele, tapi kadang kita pusing saat mo nentuin resistor yang akan di seri ke LED untuk membatasi arus yang masuk. Karena bingung akhirnya maen comot aja nilai R nya, dan hasilnya nyala LED gak maksimal klo R nya ke besaren. Ato LED nya gampang meleduk klo R nya terlalu kecil.

Rumus menghitung nilai R untuk LED

R= V / I
Weheee.... sederhana kan... itu kan rumus dasar tegangan.
Nilai tegangan(V) adalah nilai tegangan sumber(Vs) dikurangi nilai tegangan LED(VL) (nilai tegangan LED diasumsikan 2,2 volt).
Arus yg boleh melewati LED kira-kira 20mA (0,02 A)
Jika tegangan sumber 12V besar VL nya adalah: 12-2,2 = 9.8 volt
R=9.8/ 0.02 = 490 ohm
Di pasaran sudah nyari R 490 ohm jadi kita nyari yang di atasnya dikit 510 ohm.
Setiap alat yang di aliri listrik pasti menimbulkan panas, begitu juga R yg kita gunakan ini. Semakin besar Daya maka panas yg dihasilkan juga semakin tinggi. So... kita harus memilih R dengan kapasitas daya yang sesuai agar R nya gak meleduk.. He3.....
P= V*I
So.... P= 9.8*0.02 = 0.196 watt
jadi minimal kita harus memilih LED yang 1/4 Watt (0.25 watt)

Comments :

6 comments to “Menghitung Resistor untuk LED”

nambahi dikit ya..
Perlu diperhatikan juga karakteristik led berbeda2. ada yang 2.2V ada yang 3 volt. untuk lebih mudahnya kami biasa pake power supply buat servis hp, kita bisa tau tegangan kerja pada saat arusnya 20mA. masukin tuh rumus2nya buat nentuin resistornya.
Biasanya kalo cuma digunakan sebagai indikator, saya biasanya pake 1k aja. yang penting dah nyala(komunikatif). ini solusi cerdas menghemat daya listrik rangkaian yang kita buat dan memperpanjang umur led sampai seumur hidup kita..hahahahahah

tahan prahara mengatakan...
on 

@tahan prahara
siipp..

makasih banget masukannya...

btw kok blum diposting blognya mas Tahan Prahara??

zigan
[email protected]
mengatakan...
on 

setubuh buat mas Tahan, sebenarnya fungsi LED juga bermacam2 yang salah satunya adalah indikator. kita tidak akan mudah mengetahui bekerjanya alat yang kita rancang tanpa ada komponen LED ini.

oia, mau nambahin juga ni..aku pernah menemukan LED yg agak mutakhir di postingan orang. namanya High Lumens LED. googling aja, sapa tau dengan ini bisa kita buat mahakarya kebanggan anak negeri. ok bro,selamat berkarya!!

Rezky G.Masadi mengatakan...
on 

Aku juga pernah punya pengalaman gini. Ideku sih buat lampu yang hemat energi (LED) yang langsung dikonec ke 220volt tetapi ga pakai trafo step down. Saya coba2 perhitungannya ternyata butuh R sebesar 10K (dengan pembulatan) dan aku beli 10K/2watt. Setelah dipasang lampu nyala OK. Tetapi terus saja aku amatin. Selang beberapa menit.... resistor-nya pada berjatuhan ke kasur.... hehehehe...saking panasnya hingga timah2nya meleleh. Dari perhitungan mas tadi aku temukan daya Resistornya minimal 4,34Watt. Berarti kalo kita pakai R 10K/5Watt pastilah aman ya?....

kulinerindonesia mengatakan...
on 

Maaf nich numpang nimbrung, saya dulu waktu pelajaran fissika gak pernah masuk... (hehehe maklum ekspresi anak muda)
tapi saya sekarang pengan banet belajar elektro.
Tolong ajarin cara nentuin resistor untuk led ato semacamnya.

Angga mengatakan...
on 

Saya pernah merancang led untuk 5 led saya susun seri itu pakai tegangan 15 Volt dan tanpa beban
kunjungi blog saya
http://iswanto.staff.umy.ac.id/ dan http://blog.umy.ac.id/iswanto

iswanto mengatakan...
on