Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Internal Oscilator Microcontroller

Yupzzz karena kemaren dapet pesanan dari "mazveri" tentang Internal Oscilator.., jadi lanjutan artikel ADCnya kita tunda dulu yaww... ^_^.
Kebanyakan rangkaian microcontroller yang kita gunakan menggunakan sumber clock Oscilator Eksternal (XTAL). Ada yang menggunakan 4 MHz,11.0592 MHZ, 12 MHz dll. Selain itu microcontroller juga dilengkapi Internal Oscilator. Jika kita mengaktifkan Internal Oscilator ini, maka kita tidak perlu menambahkan XTAL pada rangkaian kita.

Register yg berhubungan dg Oscilator:
Perhatikan gambar berikut :
image
Gambar di samping berasal dari datasheet ATmega8535 hal. 239.
Register yang berhubungan dengan Oscilator adalah SUT1..0 dan CKSEL3..0



SUT1..0 berfungsi untuk menentukan waktu start-up Oscilator
CKSEL3..0 untuk menentukan sumber Oscilator. Apakah internal atau eksternal?
image
Gambar di samping berasal dari data sheet ATmega8535 hal. 25
Perhatikan kombinasi nilai CKSEL3..0
Saat kita membeli chip ATmega 8535, register CKSEL3..0 telah diset oleh pabriknya dengan nilai "0001" biner. Ini berarti Internal Oscilator telah diaktifkan. Nilai Internal Oscilator ATmega8535 adalah 1MHz.
Mungkin ada yg nanya??? Jika dari setting awalnya chip ATmega8535 menggunakan Internal Oscilator, Mengapa eksternal oscilator (XTAL) saya berfungsi ??Mengapa setting Oscilator berubah menggunakan Eksternal Oscilator???
Setting Register-Register Oscilator
Saat kita mendownload program ke chip ATmega, setting default programmer CodeVision AVR seperti berikut:
image
Perhatikan setting fuse bit.
Register CKSEL3..0 diisi dengan nilai "0000" biner. Berarti setting Oscilator chip ATmega berubah menggunakan Oscilator Eksternal.
Kesimpulannya tanpa sadar kita telah merubah setting yang telah diset oleh pabrik.
Jika kita mau mengaktifkan lagi Internal Oscilator maka centang bit CKSEL0, agar register CKSEL bernilai "0001"
Lalu jika sudah ada Internal Oscilator, mengapa banyak orang yang menggunakan Oscilator Eksternal??
Beragam alasannya, misal:

  1. jika kita menggunakan chip ATmega untuk komunikasi serial(RS232) sebaiknya kita memakai XTAL 11,0592 MHz agar tidak ada error saat setting baudrate (error= 0%).
  2. menggunakan XTAL 4MHz, agar chip bisa lebih cepat jika dibandingkan dengan internal oscilator yang hanya 1MHz.
NB:
Jika kita sudah terlanjur men "SET" sumber clock chip menggunakan Oscilator Eksternal, maka kita harus memasang XTAL pada rangkaian microcontroller kita. Jika tidak microcontroller kita tidak akan berfungsi.
Saat XTAL telah terpasang dan rangkaian microcontroller kita sudah berfungsi, baru kita bisa merubah sumber clock chip agar kembali menggunakan Internal Oscilator atau tetap menggunakan Eksternal Oscilator
any questions?? post comment on this blog: http:\\avrku.blogspot.com
or send email to: [email protected]
CodeVisionAVR C Compiler is copyright by Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l.
AVR is a registered trademark of Atmel Corporation.

Comments :

3 comments to “Internal Oscilator Microcontroller”

"Perhatikan setting fuse bit.

Register CKSEL3..0 diisi dengan nilai "0000" biner. Berarti setting Oscilator chip ATmega berubah menggunakan Oscilator Eksternal."

Bukannya buat setting eksternal or internal pake CKOPT???

Denieru mengatakan...
on 

XTAL1 and XTAL2 are input and output, respectively, of an inverting amplifier which can
be configured for use as an On-chip Oscillator, as shown in Figure 12. Either a quartz
crystal or a ceramic resonator may be used. The CKOPT Fuse selects between two dif-
ferent oscillator amplifier modes. When CKOPT is programmed, the Oscillator output
will oscillate will a full rail-to-rail swing on the output. This mode is suitable when operat-
ing in a very noisy environment or when the output from XTAL2 drives a second clock
buffer. This mode has a wide frequency range. When CKOPT is unprogrammed, the
Oscillator has a smaller output swing. This reduces power consumption considerably.
--------------------------------
ini ak dapet dari datasheet ATmega8535 hal. 25..
jadi, CKOPT untuk menentukan mode yg digunakan OSCILATOR EKSTERNAL. sedangkan untuk menentukan apakah micro menggunakan oscilator internal ato eksternal dengan menset CKSEL3..0

zigan
[email protected]
mengatakan...
on 

Mas mau nyanya nih...Aq baru belajar AVR dengan software CodevisionAvr. Mungkin salah setting saat memprogram ATMEGA32 muncul pesan "avrprog error entering programming mode". Sehingga ATMEGA32 nya tidak bisa diprogram lagi. tolong dong kasi tau cara mengatasinya. please..
[email protected]

Iswahyudi dan Ira Ramadhani mengatakan...
on